CLUB/KOMUNITAS MOTOR IBARAT JAMUR DI MUSIM HUJAN

Belakangan ini pertumbuhan club ataupun komunitas motor di Indonesia mengalami perkembangan cukup pesat. Perkembangan ini kalau ditarik pembanding dengan pertumbuhan kendaraan bermotor roda dua, dapat disimpulkan berbanding lurus. Coba aja liat, menurut data saat ini di Indonesia kepemilikan motor 1:8, artinya apa ? tiap-tiap 8 jiwa memiliki 1 motor. Jadi wajar bila saat ini club/komunitas motor tumbuh pesat.

Namun bukan hanya data diatas sebagai dasar pertumbuhan club/komunitas motor saat ini, namun beragam faktor penyebab yang akan coba kita bahas disini.

  1. Gaya Hidup
    Motor saat ini tidak hanya dipandang sebagai moda transportasi dari satu titik- ke titik yang lain. Namun motor sudah menjadi citra diri dari pemiliknya, menjadi sebuah hobi bagi si-empunya dan club/komunitas itulah yang menjadi wadahnya.
    Nah berangkat dari sinilah akhirnya muncul beragam club/komunitas dengan karakteristik atau ciri khas yang berbeda-beda. Contoh, ada club mengkhususkan diri dengan satu merk pabrikan saja, ada yang khusus berdasarkan type motor, cc, warna ataupun club yang mengkhususkan diri berdasarkan hobi, modifikasi, free style, turing, balapan atau cross country. Gaya hidup secara tidak sadar atau disadaripun terbentuk dengan sendirinya dan akan menentukan arah akan dibawa kemana sebuah club/komunitas itu nantinya.
  2. Idealisme
    Di Indonesia saat ini tingkat kecelakaan motor menduduki rangking tertinggi dibanding dengan kecelakaan moda transportasi yang lain. Hingga ada istilah “motor pembunuh nomer satu dijalan” (bener tidaknya, nanti akan penulis bahas pada artikel yg berbeda :D).
    Para bikers yang mempunyai idealisme tinggi akan keselamatan berkendara memulai mengkampanyekan ide2 tersebut melalui club/komunitas yang diikutinya. Hingga muncullah istilah “Safety Riding” di Indonesia pada era 90-an dan dilanjutkan dengan “Smart Riding” hingga saat ini.
  3. Promosi / pembentukan image
    Biasanya ATPM(Agen Tunggal Pemegang Merk) di Indonesia sesaat setelah launching motor baru akan menggandeng para pengguna motor tersebut untuk membentuk club/komunitas. Mengapa demikian, para ATPM saat in cerdik dalam melakukan sale n marketing. Karena club/komunitas itu secara tidak langsung adalah tombak penjualan terdepan. Kebanyakan calon pembeli akan bertanya kepada anggota club saat ingin membeli motor baru. Karena anggota club dengan merk motor tertentu adalah users juga, jadi biasanya akan jauh lebih obyektif opininya daripada kata2 yg keluar dari mulut seorang marketing ATPM yang 100% jualan :P

Itu 3 faktor utama mengapa club/komunitas motor tanah air berkembang pesat saat ini, disamping tentunya banyak faktor2 lain sebagai penunjang menjamurnya club/komunitas motor di tanah air.

toto #017

Write a comment
Required fields are marked with *
 

If you have trouble reading the code, click on the code itself to generate a new random code.
 
gyet#032
Posts: 2
Comment
sip
Reply #2 on : Mon March 30, 2009, 16:31:23
yo'a mas bro....
semoga aj Yang Maha Kuasa membukakan pintu rahmat Nya kepada BAI
toto #017
Posts: 2
Comment
Tambahan
Reply #1 on : Sat March 28, 2009, 09:35:34
sebagai tambahan aja. saat ini pihak Kawasaki Indonesia mulai mendekati atau membentuk club/komunitas pada tiap2 dealer. Jadi anggota club akan mendapat kemudahan lebih, semisal sparepart yg di diskon dll. Malah pihak Kawasaki Indonesia membantu anggota club untuk mendapatkan nomer polisi cantik semisal B 1111 XX. (motorplus edisi minggu ini :D)

YA semoga pihak BAI juga bakal merangkul club/komunitas Bajaj di Indonesia semakim mesra...hohohoho